Keyakinan, Kemauan dan Karya Besar Ditulis oleh: Naufal, 27 Oktober 2016

Apakah yang membuat Ibnu Bathutah sanggup mengarungi banyak lautan dan samudra ? terdampar dipuluhan pulau, namun semua itu tak membuat petualangannya terhenti, ia terus mengelilingi dunia, hingga kemudian ia menulis sebuah buku sejarah terbesar dunia yang hingga kini para ilmuan sejarah menjadikannya sebagai referensi terbesar sejarah dunia.

Apakah yang membuat Imam Abu Hanifah mampu menyambung wudhu isyanya untuk ia gunakan untuk shalat subuhnya, ia lakukan itu lebih dari 40 tahun lamanya, malamnya ia gunakan untuk menulis dan membaca hingga kemudian ia mampu menyelesaikan buku Al Fiqih alkabir sebuah rujukan yang digunakan oleh hampir semua imam fikih, mulai dari imam Syafii, Hambali dan juga Maliki.

Apakah yang membuat ibnu Rusyd terus membaca dan membaca setiap malam dan ia lakukan itu sepanjang usianya, hanya dua malam saja yang malamnya ia tidak gunakan untuk membaca, saat ketika malam wafat ibunya, dan kedua saat malam pertamanya bersama isterinya, hingga kemudian ia menyelesaikan buku Bidayatul Mujtahid sebuah kitab fikih model baru yang mengumpulkan semaua pendapat mazhab yang ada, dan ratusan buku besar karya lainnya yang dijadikan rujukan ilmuan hingga kini.

Ibnu Bathutah, Abu Hanifah dan Ibnu Rusyd adalah muslim sejati yang memiliki keinginan yang sangat luar biasa, keinginan untuk beramal shalih, keinginan untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain, keinginan beramal lillahi ta`ala , dan dari kemauan ini muncul keyakinan kuat terhadap kinerjanya, mereka yakin kepada Allah bahwa masa depan itu akan diberikan pada orang baik, mereka sangat yakin pada Allah bahwa sunnatulloh-Nya Allah tak akan menyia-nyiakan kebaikan seseorang.


ARTIKEL TERKAIT

Tanya Ustadz

FORM TANYA USTADZ