Alquran dan Hadis Menjadi Filter dari Sikap Beragama Ekstrim Ditulis oleh: Naufal, 23 Maret 2018

WAHANAHAJIUMRAH.COM,  --  Salah satu tantangan kehidupan beragama saat ini adalah membentengi generasi muda Muslim dengan penanaman aqidah yang kokoh dan praktik beragama yang benar. Salah satunya adalah dengan memberikan pemahaman terhadap Alquran dan Hadis.

Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, hal itu penting dalam rangka menjaga generasi Muslim dari praktik keagamaan menyimpan dan atau sikap beragama yang ekstrim. “Pemahaman yang utuh dan benar terhadap Alquran dan Hadis sebagai sumber pokok ajaran Islam harus dapat menjadi “filter” bagi generasi muda muslim agar terhindar dari pengaruh aliran yang menyimpang dan sikap beragama yang sempit dan keras,” kata dia pada ramah-tamah sekaligus penutupan Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadis Pangeran Sulthan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud Tingkat ASEAN dan Pasifik ke-10 di Jakarta, Kamis (22/3).

MHQH, kata Lukman, menjadi salah satu wahana yang dapat menggugah dan membangkitkan motivasi generasi Muslim untuk menghafal dan mempelajari Alquran dan Hadis. “Kita wajib bersyukur ke hadirat Allah SWT dengan adanya even keagamaan seperti musabaqah ini,” ujarnya.

Menag menilai, MHQH sangat bermanfaat dalam rangka memelihara kecintaan dan kesadaran umat Islam untuk mendalami esensi, makna dan hikmah yang terkandung dalam Alquran dan Hadis sebagai sumber etika dan petunjuk jalan yang lurus. Dia berharap MHQH juga memberi dampak sosial dan sentuhan syiar dakwah yang berkesan kepada masyarakat Indonesia.

 

MHQH tingkat ASEAN dan Pasifik berlangsung dari 20 – 23 Maret 2018 di Istiqlal. Event internasional ini diikuti 84 orang, terdiri dari 70 peserta hafalan Alquran, 14 peserta hafalan Hadits, serta 11 official dari 14 Negara di kawasan Asian dan Pasifik.  Mereka juga bersilaturahim dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

 

Selain peserta, hadir Pangeran Khaled Bin Sulthan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi Untuk Indonesia Syekh Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi,  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

 

SUMBER: republika.co.id


ARTIKEL TERKAIT