Makkah Bentuk Komite Bahas Masalah Musim Umrah Saat Ramadhan Ditulis oleh: Naufal, 04 Juli 2018

WAHANAHAJIUMRAH.COM,  --  Gubernur Makkah sekaligus ketua Komite Haji Pusat, Pangeran Khaled Al-Faisal, memerintahkan pembentukan sebuah komite untuk mengatasi dan memecahkan masalah yang terjadi selama musim umrah pada bulan Ramadhan. Komite tersebut akan dipimpin oleh Wakil Gubernur Makkah, Pangeran Abdullah bin Bandar. Sementara Otoritas Pengembangan Wilayah Makkah dan badan yang relevan lainnya akan menjadi anggotanya.

 

Menurut Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, lebih dari 6,7 juta orang dari seluruh dunia mengunjungi kota Makkah untuk menjalankan ibadah umrah antara periode awal Muharram dan pertengahan Syawal tahun ini. Angka itu meningkat sebanyak 230 ribu orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

 

Kementerian memaparkan berbagai pelayanan yang diberikan terhadap jamaah umrah selama periode tersebut. Dilansir di Arab News, Rabu (4/7), sebanyak 295 perusahaan telah memberikan layanan kepada pengunjung Makkah selama periode yang sama. Sementara sekitar 10 ribu warga Saudi berkontribusi untuk melayani jamaah.

 

Komite Haji mengatakan, setidaknya 40 juta orang diangkut menuju dan dari Masjid Al Haram di Makkah oleh bus Program Transportasi Umum selama Ramadhan 2018. Angka itu naik sebesar 10 persen dari tahun lalu. Selain itu, tempat parkir di pintu masuk Makkah tercatat telah mengakomodasi lebih dari 2,5 juta kendaraan. Ada sebanyak 2.000 bus disediakan untuk mengangkut jamaah.

 

Komite Haji Pusat meninjau upaya dari para anggota lembaganya selama Ramadhan. Direktorat Urusan Kesehatan Makkah yang mengelola Rumah Sakit Al-Haram, Pusat Medis Al-Hijrah, dan Pusat Medis Al-Sulaimaniya, menerima pasien dalam keadaan darurat sepanjang waktu. Di samping, mendukung rumah sakit dan pusat medis di Makkah dengan kontrak musiman.

 

Sementara itu, Bulan Sabit Merah Saudi telah berkontribusi terhadap rencana tersebut dengan menjalankan sejumlah unit medis di jalan menuju Masjid Al Haram, mendirikan tenda-tenda medis ber-AC, dan berkoordinasi dengan Pertahanan Sipil Mekkah untuk memutuskan lokasi evakuasi medis selama malam terakhir Ramadhan, serta menerapkan rencana darurat yang terperinci.

 

Kepresidenan untuk Urusan Dua Masjid Suci juga menyiapkan mesin survei elektronik untuk mengumpulkan tanggapan mengenai layanan yang diberikan kepada jamaah, dan meluncurkan aplikasi smartphone Haramain dan platform layanan visa 'Enjaz'. Perluasan yang dilakukan Raja Fahd di Masjid Al Haram juga telah memberikan jamaah kemudahan untuk melakukan i'tikaf di masjid tersebut. Karena ada area khusus dan layar yang memberikan instruksi.

 

Perusahaan Air Nasional telah meningkatkan jadwal pemompaan dibandingkan dengan tahun lalu, memasang sistem pemantauan tekanan, dan mulai mengoperasikan Pusat Pengendalian Operasi di Unit Bisnis Makkah. Selain itu, Perusahaan Listrik Saudi menyediakan tim tanggap cepat dengan sepeda motor serta pasokan listrik.

 

Sekretariat Ibukota Suci tersebut mengkategorikan dan menyiapkan dapur umum untuk menyediakan makanan bagi jamaah. Di samping itu, mereka juga menerapkan program hubungan elektronik dengan Kementerian Haji dan Umrah untuk menentukan kapasitas dapur guna menyediakan layanan bagi jamaah. Di samping, melakukan kampanye pengambilan sampel makanan intensif di seluruh Makkah sebelum musim dimulai. Adapula kampanye pembersihan dan pemantauan lain setelah berbuka puasa dan sahur.

 

Keamanan Publik melaporkan upaya yang dilakukan selama Ramadhan, termasuk tanggapan cepat dari ruang kontrol TV dan pusat komando dan kontrol. Dengan adanya perluasan area di utara, pengawasan dilakukan untuk mengurangi kepadatan di koridor Masjid Al Haram, memastikan pergerakkan halus jamaah selama tawaf, dan mengalokasikan lantai pertama untuk kursi roda yang digunakan oleh orang tua dan orang-orang dengan kebutuhan khusus.


ARTIKEL TERKAIT

Wahana Haji Umrah
Wahana Haji Umrah