Rugi Tidur Setelah Shalat Subuh
Naufal, 01 Mei 2020

SE|SA|AT.id oleh Rahmaji Asmuri

Saat bulan Ramadhan, tidak sedikit dari kita yang tidur kembali setelah melaksanakan shalat subuh berjamaah, seolah sebagai pengganti waktu tidur yang terpakai untuk makan sahur. Padahal tidur setelah shalat Subuh sangat rugi.

1. Terhalangi dari rejeki

Imam Ibnul Qayyim mengatakan dalam kitabnya Zaadul Ma’aad, bahwasannya orang yang tidur di pagi hari akan menghalanginya dari mendapatkan rejeki. Karena waktu subuh adalah waktu di mana makhluk mencari rejekinya, dan pada waktu tersebut Allah membagi rejeki kepada para makhluk-Nya.
Dan beliau menukil dari Ibn ‘Abbas radliyallahu ‘anhu bahwasannya dia melihat anaknya tidur di waktu pagi maka ia berkata kepada anaknya ‘bangunlah engkau! Apakah kamu akan tidur sementara waktu pagi adalah waktu pembagian rejeki?

2. Membuat Malas dan Melemahkan badan

Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur, beliau menyatakan bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau mengatakan, : “Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan. (Zaadul Ma’ad, 4/222)

Ibnul Qayyim juga berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.” (Miftah Daris Sa’adah, 2/216).

Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.

3. Waktu Memanen Ghanimah

Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat Subuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk memanen ghanimah (pahala yang berlimpah).

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan:

وَمِنَ المكْرُوْهِ عِنْدَهُمْ : النَّوْمُ بَيْنَ صَلاَةِ الصُّبْحِ وَطُلُوْعِ الشَّمْسِ فَإِنَّهُ وَقْتٌ غَنِيْمَةٌ

“Di antara hal yang makruh menurut para ulama adalah tidur setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit karena waktu tersebut adalah waktu memanen ghonimah (waktu meraih kebaikan yang banyak.” (Madarijus Salikin, 1: 369)

Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, sehingga kebiasaan orang-orang saleh pada masa lalu, apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rejeki dan datangnya barakah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)

4. Waktu Yang Berkah

Yang dicontohkan oleh Nabi Saw. dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum adalah setelah melaksanakan shalat subuh, mereka duduk di masjid hingga matahari terbit.

Nabi Saw. juga mendoakan waktu pagi sebagai waktu yang penuh keberkahan.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Daud no. 2606, Ibnu Majah no. 2236 dan Tirmidzi no. 1212. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

 

sumber gambar: google.com

Informasi Terkait

 
Contoh: Paket umrah bulan desember
Tutup