Janji Allah dan Aksi 212 Ditulis oleh: Naufal, 06 Desember 2016

Sahabat Wahana yang dimuliakan Allah… 

Allah telah berfirman :

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS. Al-Hijr: 9)

Allah jika telah berjanji maka pantang bagi Dzatnya untuk mengingkari janjinya, berbeda dengan manusia yang terkadang banyak berjanji namun sering mengingkari atau melupakannya, itulah bedanya antara janji Allah dengan janji manusia.

Dan diantara janji Allah adalah Ia akan memelihara kitab suci Al-Quranul karim dari keasliannya, sebab manusia terbukti tidak bisa menjaga kitab suci Allah saat Allah telah menurunkan kitab-kitab sebelumnya yakni Taurat, Injil dan Zabur. Namun semua kitab suci tersebut tak mampu dipertahankan manusia, semua dirusak dan tak mampu menjaga keaslian firman-Nya saat diturunkan kepada para Nabi kitab suci ini.

Kitab Suci Zabur tinggal kenangan sejarah, bahwa dahulu Allah pernah menurunkan kitab suci kepada Nabi Musa, namun kemana teks aslinya? Tak ada yang mengetahuinya, tercecer dibanyak tempat dan sangat sulit memverifiksi manakah yang asli dan manakanh buatan rabi-rabi cendikiawannya.

Begitu juga dengan Taurat dan injil, dimanakah teks asli sebagaiamana yang Allah turunkan kepada Nabi-Nabi ini, tak ada yang mampu menjawabnya.

Karenanya kemudian Allah menurunkan Al-Quran dan berjanji bahwa Ia langsung yang akan menjaganya, sebab manusia terbukti tak mampu menjaganya.

Namun demikian, masih saja ada manusia yang berusaha untuk memanipulasi, mengganti dan mengaburkan kitab suci Al-Quran selalu menemui jalan buntu, dahulu dizaman Nabi ada Abu Jahal yang ingin merusak dan menandingi Al-Quran dengan ayat kodok (dhifdha`) namun kata-katanya itu jauh dari keindahan sebagaimana keindahan dan kemukjizatan Al-Quran.

Ada lagi usaha lain untuk menghancurkan kitab suci Al-Quran dengan membuat kitab Al-Furqanul Haqq karangan pemerintah Amerika, namun itu tak mampu menandingi kesakralan Al-Quran. Kedepan mungkin akan sangat banyak yang akan menghancurkan kesakralan kitab suci umat islam ini, termasuk isu surat Al-Maidah ayat 51 yang dilecehkan oleh Gubernur non muslim Jakarta Ahok, dengan menyebut jangan mau dibohongin pakai surat Almaidah 51.

Sesuai dengan janji Allah, maka Allah pasti akan menjaganya, dan jika Allah telah menginginkan sesuatu maka ia akan menggerakkan pasukan-pasukannya, dan aksi 212 adalah salah satu cara Allah menggerakkan pasukannya untuk memenuhi janjinya yang akan menjaga kitab sucinya.  

Melihat aksi 212 kemarin, sangat sulit rasanya untuk dapat mengumpulkan manusia dengan jumlah jutaan dalam sebuah tempat, dan dalam waktu yang singkat. Jika menggunakan hitung-hitungan manusia maka betapa banyak dana yang akan dikeluarkan untuk mendatangkan kurang lebih 7 juta manusia, kalaulah bukan karena kehendak dan ridho Allah, maka tak akan mungkin jutaan manusia ini rela datang, ada yang jalan kaki, ada yang menggunakan motor, ada yang menggunakan bus , pesawat, kereta dan semua jenis transportasi lainnya, ditambah semua itu dilakukan dengan biaya pribadi. Banyak kisah heroik yang terjadi pada hari itu, bahkan ada yang menjual kambingya demi ingin hadir di acara aksi Bela Islam kemarin, inilah bukti bahwa janji Allah itu pasti akan dipenuhinya.

Karenanya jangan pernah menghina kesakralan Al-Quran, dan jangan pula melindungi dan tidak menghukum para penista Al-Quran, dan jika masih bersikeras untuk tetap tidak mau menghukum penghina kitab suci ini, maka mungkin pasukan Allah akan lebih banyak lagi yang Allah akan kerahkan. Fa`tabiru ya Ulil Amri

 

Wallahu’alam Bish-Shawab…

 


ARTIKEL TERKAIT

Wahana Haji Umrah
Wahana Haji Umrah