Tips Sehat Bagi Penderita Diabetes Selama Haji Ditulis oleh: Naufal, 31 Januari 2017

Selama bulan Dzulhijjah setiap tahunnya, jutaan umat Muslim menunaikan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi. Islam menganjurkan setiap umat Islamnya menjaga kesehatan, termasuk saat melaksanakan rukun Islam ke-lima tersebut.

Namun faktanya, banyak jamaah yang memiliki masalah kesehatan sewaktu melaksanakan haji. Di antaranya diabetes dan kondisi terkait lainnya seperti jantung koroner. Manajemen stabilitas diabetes tergantung pada aktivitas penderita diabetes. Penyakit tersebut mungkin akan terpengaruh selama haji mengingat adanya perubahan tingkat aktivitas fisik (berjalan dan berdiri untuk waktu yang lama).

Untuk itu sangat penting bagi penderita diabetes untuk menjaga kondisi tubuhnya terhadap kemungkinan fluktuasi kadar darah dan rentannya dehidrasi. Berikut adalah beberapa tips dan saran agar penderita diabetes dapat tetap sehat selama menunaikan proses haji.

1. Periksa daftar keperluan untuk haji yang aman dan sehat. Bicaralah dengan dokter Anda sebelum berangkat ke Tanah Suci. Setiap perubahan jenis makanan, pola makan, dan aktivitas harus didiskusikan. Dokter akan memberikan tentang tata cara mengonsumsi obat atau insulin, apa dan kapan harus makan, dan bagaimana cara menghindari komplikasi diabetes selama ibadah haji. Hal ini sangat penting jika Anda memiliki masalah kesehatan lainnya yang berhubungan seperti jantung, ginjal, atau riwayat hipoglikemia

2. Pastikan Anda bersiap dengan risiko influenza dan melakukan vaksin setidaknya dua pekan sebelum pergi haji. Infeksi penyakit seperti flu dan ISPA umum terjadi selama haji mengingat banyaknya jumlah orang berkumpul di ruang terbatas dan waktu yang singkat. Cobalah sebisa mungkin menghindari kontak langsung dengan orang-orang yang sedang sakit. Jangan lupa menggunakan masker wajah apabila Anda rentan terhadap infeksi.

3. Siapkan obat-obatan yang Anda butuhkan seperti saran dokter. Siapkan jumlah yang benar obat yang Anda butuhkan seperti yang disarankan oleh dokter. Tempatkan mereka dalam wadah terpisah yang diberi label. Pastikan tempat Anda aman untuk menyimpan insulin. Hindari membawa obat di bagasi pesawat. Selain untuk menghindari risiko hilangnya tas, hal ini juga untuk menghindari perbedaan suhu ekstrem di pesawat yang bisa mengubah efisiensi insulin. Siapkan pula glukosa dan alat pengontrol kadar diabetes.

4. Menginformasikan penyelenggara perjalanan haji tentang kondisi kesehatan Anda. Pasalnya mungkin saja mereka memiliki dokter yang menyertai kelompok. Apabila tidak ada, Anda tetap harus menginformasikan kondisi medis kepada teman-teman kelompok Anda. Jangan lupa beritahu mereka tanda-tanda kadar gula rendah dan bagaimana mengobatinya.

5. Hindari berjalan tanpa alas kaki dan selalu lindungi kaki Anda dengan sepatu yang nyaman dan kaus kaki katun bersih. Pastikan untuk mencuci dan mengeringkan kaki setiap hari. Perawatan kaki tambahan penting bagi penderita diabetes. Kerusakan saraf perifer akan dapat menyebabkan kelemahan, mati rasa dan sakit pada kaki. Anda mungkin tidak merasa luka, lecet atau sakit yang dapat menyebabkan bisul dan infeksi, yang dikenal sebagai kaki diabetik.

6. Pintarlah memilih makanan Anda untuk menjaga gula darah di luar kontrol. Banyak makanan  akan disajikan prasmanan bagi jamaah sehingga Anda harus hati-hati memilih makanan. Mulailah dengan mengonsumsi makanan segar seperti salad dan sayur-sayuran yang telah dibersihkan. Pilihlah daging tanpa lemak dan nasi basmati untuk menjaga kadar gula darah. Hindari makanan penutup yang bercita rasa manis karena hanya akan meningkatkan kadar gula darah dan menyebabkan dehidrasi.

7. Siapkan makanan ringan, seperti segenggam kacang dan biji-bijian, yoghurt rendah lemak, atau sup untuk menghindari kadar glukosa turun tiba-tiba. Pastikan Anda memiliki akses terhadap gula sederhana setiap saat menghadapi hipoglikemia. Kondisi ini terjadi ketika gula darah turun menjadi kurang dari 70 miligram per desiliter dan Anda mengalami gejala pusing, berkeringat dan jantung berdebar. Minumlah satu sendok makan madu atau minum setengah gelas jus buah. Kemudian cek kembali kadar glukosa darah Anda setelah 15 menit dan informasikanlah kondisi ini kepada tim medis di lokasi.

8. Minum air putih sepanjang hari dan setiap kali makan (minimal 2 liter sehari). Ini untuk menghindari kehilangan air melalui keringat atau diare. Cuaca di Makkah dan Madinah biasanya panas dan kering. Jamaah pun mudah lupa untuk minum cukup air ketika sedang sibuk dengan ritual haji sehingga meningkatkan risiko dehidrasi. Hindari kafein dan minuman manis seperti jus buah dan soda. Jika Anda diijinkan untuk membawa payung dan semprotan air, gunakanlah semaksimal mungkin.

Sumber: forbesmiddleeast.com


ARTIKEL TERKAIT

Tanya Ustadz

FORM TANYA USTADZ