Mubes HIMPUH, Umat Islam Diminta Pilih Travel Umrah Secara Kritis Ditulis oleh: Naufal, 26 Oktober 2016

Edukasi kepada calon jamaah umrah ini diberikan HIMPUH dalam acara talkshow disela Mubes HIMPUH ke tiga di Makassar.

 Wakil Sekjen HIMPUH, Anton Subekti yang  menjadi pembicara di talkshow HIMPUH Internasional Travel Mart mengatakan, calon jamaah umrah, khususnya warga Makassar perlu memilih travel umrah secara kritis dan teliti. Anton memberikan tips dan beberapa hal yang perlu diteliti secara kritis oleh calon jamaah umrah.

"Setidaknya ada lima hal yang perlu diteliti dan di kritisi oleh calon jamaah dalam memilih travel umrah dan haji. Perizinan, visa, akomodasi hotel, jenis transportasi dan fasilitas makan," ujarnya, Ahad (23/10).

Ia memaparkan, pertama, soal perizinan travel umrah tersebut. Calon jamaah harus melihat izin travel tersebut, apakah izin lengkap dan tergabung dalam asosiasi. Karena pengurusan visa umrah yang baru akan disyaratkan berkaitan dengan tergabung di Asosiasi.

Kedua, soal visa, terutama haji. Menurut dia, sebaiknya harus dengan visa haji yang resmi, visa jenis lain Akan sangat beresiko. Demikian juga visa umrah, tanpa visa resmi pasti tidak bisa berangkat. Ketiga, lanjutnya akomodasi hotel. Perlu dicermati nama hotel, bintang berapa, jarak ketempat Ibadah, jenis dan Tipe kamar yang dijanjikan.

Keempat, ialah jenis tarnsportasi yang digunakan. Apa tiket pesawat dari maskapai penerbangan, dengan rute langsung atau transit. Juga Perlu dicek fasilitas akomodasi darat selama di Tanah Suci. "Ada berbagai jenis, tipe dan kualitas bus yang tersedia," ujarnya.

Kelima, fasilitas makanan yang disediakan selama perjalanan umrah atau haji. Menu, kualitas dan cara penyajian makanan juga Akan mempengaruhi harga maupun kenyamanan jamaah.

Di luar lima hal itu, Sekjen Himpuh Muharrom Ahmad menambahkan, masyarakat juga harus kritis dalam hal harga yang ditawarkan apakah wajar dan sistem penjualan yang ditawarkan travel umrah. "Sebaiknya masyarakat tidak memilih travel umroh yang berbasis skema fonzi, skema piramida dan MLM (Multi Level Marketing)," ujarnya.

Ia mengungkapkan selama musim umroh tahun lalu, setidaknya ada sekitar 11 ribu jamaah umrah yang yang gagal berangkat. Karena itu, Muharrom meminta calon jamaah umrah perlu kritis, harus mengetahui pelayanan yang akan didapat dan hak-hak sebagai konsumen yang dijanjikan travel.

Kepala Departemen Sharia Business Alliance  Asuransi Adira, Dwi Intan yang ikut hadir sebagai narasumber mengatakan calon jamaah juga harus menilai penting penggunaan asuransi dalam perjalanan umrah dan haji. Karena dengan proteksi asuransi baik travel maupun jamaah dapat terhindar dari risiko maupun kerugian.

Ia mengungkapkan, resiko pengeluaran tertinggi saat umrah dan haji adalah perawatan medis, repatriasi medis dan repatriasi jenazah. Risiko lain yang dapat terjadi saat umrah, haji seperti kecelakaan dalam perjalanan, sakit atau cidera, ke tidak nyamanan dalam perjalanan, kehilangan bagasi/dokumen atau barang pribadi.

"Sebaiknya hal ini dapat diproteksi dengan asuransi perjalanan umrah, haji dan wisata halal internasional," ujarnya.

Sumber: Republika


ARTIKEL TERKAIT

Wahana Haji Umrah
Wahana Haji Umrah