Meraih Haji Mabrur di Tanah Air (Bagian 1) Ditulis oleh: Tasya, 08 Agustus 2019

WAHANAHAJIUMRAH.COM / Ustadz Syaff - Berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW, ada tujuh amalan yang senilai dengan pahala menunaikan ibadah haji umrah meskipun tidak dilakukan di tanah suci. Hanya saja, amalan tersebut tetap tidak bisa mengugurkan kewajiban haji seseorang.

Tulisan ini ditulis bukan untuk mengecilkan dan menurunkan semangat umat dalam menunaikan ibadah haji umrah, namun justru sebaliknya. Tulisan ini dimaksudkan untuk menyemangati umat dalam mengamalkan sunah nabi, mencari wasilah kebaikan dan amal shalih agar dimudahkan ke tanah suci. Mengamalkan amalan akhirat untuk kemudahan dunia.

Semoga tujuh amalan ini menjadi amalan tulus umat dan diharapkan akan menjadi wasilah kemudahan seorang muslim agar bisa berangkat ke tanah suci.

 

Amalan Pertama

Rajin Mengikuti Majelis-Majelis Ilmu

‎ عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ الله عَنْه

‎ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ قَال

‎"مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ،

‎كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ".

‎أخرجه الطبراني (8/94 ، رقم 7473) قال الهيثمي (1/123) : رجاله موثقون كلهم.

‎والحاكم (1/169 ، رقم 311) وقال: احتج البخارى بثور بن يزيد

‎وخرجه مسلم فى الشواهد ،

‎وأبو نعيم فى الحلية (6/97) ، وابن عساكر (16/456)،

‎قال الألباني: صحيح لغيره (صحيح الترغيب والترهيب ، رقم 86

Dari Abi Umaamah radhiyallahu’anhu, nabi SAW bersabda : barang siapa yang berpergian ke masjid tiada keinginan darinya kecuali untuk mempelajari kebajikan atau mengajarkan nya, maka baginya dengan amalan itu seperti memperoleh pahala haji yang sempurna hajinya.

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Thabrani, AlHakim dan ahli hadis lainnya. Adapun Imam Nashiruddin AlBany menyebut hadis ini sebagai hadis shahih.

Kewajiban menuntut ilmu adalah wahyu pertama yang Allah turunkan pada nabi dengan kata iqra’ yang berarti bacalah (terdapat di awal surah AlAlaq). Membaca atau belajar merupakan kewajiban pertama sebelum sholat, puasa, zakat dan haji umrah.

Keharusan menuntut ilmu adalah mutlak, berlaku bagi setiap muslim tanpa pembeda. Dalam islam, setiap amalan ibadah itu selalu memiliki pembeda, misalnya pemisahan kewajiban antara laki laki dan perempuan, gugurnya kewajiban salat fardhu bagi wanita yang sedang datang bulan, gugurnya kewajiban puasa Ramadhan bagi yang tidak mampu secara fisik dan dapat diganti dengan fidyah, begitu pula dengan zakat dan haji. Namun, pembedaan tersebut tidak berlaku bagi menuntut ilmu yang diwajibkan kepada setiap muslim laki-laki maupun perempuan. Saat sehat, seorang muslim akan belajar untuk mensyukuri nikmat yang diberikan. Saat sakit pun, ia akan belajar untuk bersabar dan tetap bertawakal kepada Allah.

Hakikat kehidupan adalah untuk menuntut ilmu yang dapat diperoleh dari belajar dan membaca. Tiada hari tanpa ilmu, tiada hari tanpa belajar. Seorang dosen hendaknya tidak merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki saat ini saja, seorang ayah tidak boleh berhenti belajar untuk menjadi imam dan kepala keluarga yang baik, seorang ibu tidak boleh mengatakan dirinya sudah cukup ilmunya untuk bisa mendidik dan membesarkan anak-anaknya agar menjadi generasi yang saleh dan salehah, demikian seterusnya.

Ada dua hal penting yang harus dipelajari dalam hidup ini, yaitu ilmu kitab dan ilmu hidup. Mempelajari ilmu yang ada di dalam kitab mungkin terbatas pada satu lingkup saja, namun ilmu yang tidak terdapat di kitab hadir dalam kehidupan sehari-hari dan tidak pernah habis untuk dipelajari. Ilmu dalam bersabar, ilmu ikhlas dan ilmu lapang dada.

Malaikat begitu bangga pada para penuntut ilmu sehingga mereka akan membentangkan sayapnya bagi para penuntut ilmu yang mengikuti majelis-majelis ilmu, nama-namanya disebut serta akan dimohonkan ampunan agar dijauhkan dari keburukan dan api neraka.

Betapa banyak para kyai dan alim ulama yang berangkat ke tanah suci tanpa mengeluarkan sepeserpun dana, mereka istiqomah mengajar kebaikan di masjid-masjid, surau-surau dan akhirnya kebaikan kebaikan itu menjadi wasilah Allah SWT mengundang mereka ke tanah suci.

Begitupun ada banyak orang yang melazimkan dirinya mengikuti majelis-majelis ilmu, sehingga kemudian Allah menjadikan mulazamah itu sebagai wasilah mereka berangkat ke tanah suci.

 

Penulis : Ustadz Syaff

Editor : Tasya Adita


ARTIKEL TERKAIT

Wahana Haji Umrah
Wahana Haji Umrah